Posts

:perpisahan

"Kamu inginnya bagaimana?" Dia selipkan kelima jarinya ke sela-sela jemariku. Lalu, dia eratkan. "Seperti ini," dia jawab. Lirih, seolah malu jika sampai terdengar. Aku menarik napas panjang. Tidak berkata apa-apa. Tapi genggamanku, aku eratkan. "Kenapa tertawa?" "Karena ini sedih," sahutnya segera. "Sedih?" mataku membesar. "Sedih," ulangnya. Dia menatap tangan kami yang saling bertautan. "Orang lain punya tanggal awal." Aku diam. Membiarkan dia melanjutkan. "Kita punyanya tanggal akhir..." Suaranya tercekat. Aku tersenyum saja. "Sedih, kan?" Dia menatap mataku. Meminta persetujuan. "Iya, kan?" Aku masih tetap tersenyum. Sedih? Ini adalah kisah tersedih dari yang paling sedih. ( Satu Keping , Sri Izzati) -------------------------------------- Orang lain punyanya tanggal awal, kita punyanya tanggal akhir... Tanggal perpisahan. Perpisahan yang mungkin tidak mengenal pertemuan kembali , pi...

Pulang

Untuk dua puluh empat. Kuhirup udara kotaku lekat-lekat; satu minggu telah berlalu hingga kupijakkan kembali kakiku di stasiun ini di tanah ini kupejamkan mataku sejenak, mengingat apa yang baru saja kulewati tanpa sesuatupun dapat mengganggu; tidak dengan hiruk pikuk stasiun yang selalu saja sibuk, dan tidak pula dengan suara sanak saudara yang saling melepas rindu. Semuanya berkelebat dengan cepat di pikiranku, seperti teater mimpi yang kami pasang tinggi-tinggi pada hari pertama rasa takut yang kami bagi pada hari-hari berikutnya kebahagiaan yang terpancar jelas dari wajah kami saat berpergian bersama; sungguh, betapa ingin aku kembali ke sana walau sebentar saja. Kubuka mataku untuk memandangi orang-orang di sampingku, yang wajahnya ada pada setiap kenangan yang kulihat tadi ingin sekali aku habiskan waktuku bersama mereka, satu hari satu jam satu menit lagi saja. ( Dan orang itu. Dan orang itu . Seseorang yang menyadarkanku dari lamunanku, untuk pamit pergi terlebih dahulu... terl...

OSN 2015: Berjuta Cerita

Image
Pulang ke kotamu  Ada setangkup haru dalam rindu Masih seperti dulu   Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna   Terhanyut aku akan nostalgi Saat kita sering luangkan waktu   Nikmati bersama   Suasana Jogja   Di persimpangan langkahku terhenti Ramai kaki lima   Menjajakan sajian khas berselera   Orang duduk bersila   Musisi jalanan mulai beraksi  Seiring laraku kehilanganmu   Merintih sendiri   Ditelan deru kotamu...   Walau kini kau telah tiada tak kembali Namun kotamu hadirkan senyummu abadi Ijinkanlah aku untuk selalu pulang lagi Bila hati mulai sepi tanpa terobati Lirik lagu Kla Project - Yogyakarta ini membuatku kembali mengenang masa semingguku di Yogya, baru saja minggu lalu untuk Olimpiade Sains Nasional 2015. Mimpiku sejak dulu, yang ternyata menyimpan mimpi yang lebih besar lagi. Aku sudah lama sih, tau lagu ini. Tapi saat aku berkesem...

((rasanya seperti memilih antara kopi atau teh))

"Jangan visualisasikan menangnya, tapi ngasih usaha yang terbaiknya." Kira-kira itu yang pembinaku bilang tadi, pas ngebicarain tentang OSN. Yep, aku pernah nulis kan, tentang kelolosanku ke OSN? Hehe. Tahun ini, olimpiade itu dilaksanakan 18-24 Mei, yang artinya... tinggal 9 hari lagi sampai aku mulai berkompetisi. Tegang? Tentu aja. Ketegangan terbesarku, jujur, bukan karena "Gimana kalo nggak menang ya." Yah iya sih, tapi tepatnya, gimana kalo nggak menang ya, aku udah ngorbanin sekolahku sebulan ini . Habis... sebulan ini aku bakalan di luar sekolah karena olimpiade. Di satu sisi, sekolah buatku pentiiiiiing sekali. Iya lah, sebulan nggak masuk di sekolahku resikonya gawat banget. Apalagi, aku aksel. Ulangan yang harus aku susul nanti bakal seabrek banget. Tugas mah nggak usah ditanya lah ya. Sedangkan aku kepengen dapet undangan gitu, yang penilaiannya berdasarkan nilai di sekolah. Jadi, ngorbanin sekolah baru sekali ini jadi pilihanku selama SM...

LDF: Long Distance Friendship

"Rian, aku lagi di Bandung lhoo..." Seorang temanku, teman dekatku , meng-sms tadi, membuatku berteriak kegirangan. Gimana nggak? Udah lamaaa sekali sejak terakhir kami bertemu, Oktober 2013 lalu... maklum, kami tinggal di kota bahkan provinsi yang berbeda. Bisa dibilang dari ujung ke ujung pulau malah. Kalau orang mah LDR, aku LDF kali ya. Long Distance Friendship! :) Loh, terus kenalnya dari mana? Hehe ini adalah salah satu hal yang paling aku syukuri karena dikasih kesempatan buat jadi anak olimpiade. Jadiii kita sepelatihan dulu, satu mapel pula. Pelatihannya nggak cuma sekali, dari lima kali aku ikut, aku bareng dia empat kali. Durasinya juga nggak sebentar, setiap pelatihan bisa ngebuat aku "ngilang" dari sekolah dua sampai tiga minggu. Gimana nggak deket coba, ya nggak. Aku selalu senyum tiap kali dapet pesan semacam itu. Iya, sejak aku jadi anak olim, pesan-pesan kayak gitu lumayan sering ada di inbox-ku. Duh, kesannya gimanaa gitu ya hahaha. Yah nggak ser...

Mengangkasa

Tak ada yang lebih mengangkasa dibanding  mimpi Aini; mimpi yang ia tulis diam-diam pada setiap balon yang dengan sengaja dilepaskannya agar mengarungi langit entah di kala biru atau abu. Sungguh, tak ada yang lebih mengangkasa dibanding mimpi Aini sebagaimana orang itu , yang menyimpan mimpi pada tiang-tiang yang ia bangun setiap waktu; tiang-tiang tak terlihat penyangga langit, penyangga mimpi Aini! Dan kini, balon-balon yang diterbangkan Aini dalam gelak tawa yang disisipkan di antara harapan telah mendarat pada tiang tak terlihat itu, mendekatkan mimpi dua manusia, menyatukan asa dan harapan mereka, menuju pencapaian yang kini di depan mata. Dan tidak seperti dulu, kali ini mereka tidak akan berjuang sendirian. H-3 minggu! Yang terbaik, yang terbaik, yang terbaik. Bismillaah aamiin!

Lolos OSN: Kebahagiaanku, Alhamdulillaah!

Adriana, kamu lolos! Saya juga! Aku baru saja bangun di pagi buta, bermaksud untuk melihat jam dari handphone-ku. Itu sekitar jam 4 kurang. Saat aku buka... terdapat sebuah notifikasi dari Facebook. Seorang temanku mengirim pesan dan foto. Sepenggal kalimat itu cukup membuatku terdiam. Kaget. Gimana nggak? Lolos ke Olimpiade Sains Nasional atau OSN tingkat SMA bidang Biologi itu... impian yang hidup setiap hari di diriku sejak setahun lalu. Oke... OSN 4 tahun ini menjadi salah satu penyumbang terbesar warna-warni hidupku. Pas aku kelas 8 SMP dulu, aku dikasih kesempatan buat jadi finalis. Masih finalis, belum medali :) aku sempet drop di situ, apalagi setelah aku mulai belajar olim SMA. Pikiranku saat itu, aku udah nyia-nyiain kesempatanku dapet medali di SMP. OSN SMA tingkat kesulitannya jauuuuuuuh di atas OSN SMP! Tapi setahun lalu, alhamdulillah, aku dikasih kesempatan buat maju ke OSN tingkat provinsi. Saat itu, aku masih kelas 9, dan satu-satunya kelas 9 di perlombaan. Mak...