Posts

samudera

and so I asked, "Why, o very dear, why?" as her soul was as pure as the breeze yet she stood with those who were not as exemplary it was when she gazed far she answered, "It was them whom I met from the very beginning" ----------------- samudera tetap bergerak di kala ombak-ombak itu terdiam hingga di mata manusia seolah-olah demikianlah adanya samudera tetap bergerak hingga akhirnya ia bertubrukan dengan karang dan memutuskan untuk berdiam di sana selama yang ia bisa padahal karang itu tidak sepertinya tapi telah lelah ia, dan terlambat sadar ia bahwa ombak yang semestinya tempat kembalinya itu lupa diajaknya hingga ia tenggelam dalam kesendirian seperti sesosok hilang yang tak dirindukan beruntunglah ia karang itu senantiasa ada besar harapnya ia kan ada selama-lamanya.

Lebur dan Lepuh

biarlah yang demikian itu menghujan hingga suatu saat menyembuhkan yang lebur dan lepuh biarlah yang demikian itu menghilang sementara siapa tahu di waktu yang tepat menghidupkan yang lebur dan lepuh biarlah yang demikian itu meresapi dunianya mungkin saja tetiba ia mengembalikan diri yang lebur dan lepuh

senantiasa

ada yang senantiasa mengukir senyum; dengan cukuplah ia menjadi dirinya sendiri canda tawanya tutur jujurnya binar matanya segala lebih kurangnya ada yang setiap masa menghadirkan tawa; dengan cukuplah ia menjadi diri sejatinya tulus hatinya sigap langkahnya raut wajahnya segala tingkah lakunya ada yang selalu di sisi padahal  diri ini tak hanya diisi senyum dan tawa melainkan juga tangis rindu lelah ragu tapi ia tetap ada; mengajak diri tumbuh dan mendewasa. terima kasih. -------------------------------- untuk sahabat pertama saya di Depok; semoga saya juga bisa seperti kamu, dan semoga ini semua ada selama mungkin yang ia bisa, dan semoga itu berarti selama-lamanya .
jadi merindu yang tidak semestinya dirindu ujar matahari sambil tersenyum sebelum ia menutup mata untuk digantikan taburan bintang

seperti

seperti embun pagi ia merintik menyegarkan dedaunan yang semestinya gugur; dikembalikan bumi melalui cekaman yang kali pertama dirasakannya seperti matahari ia lantas menyinari menumbuhkan kembali daun-daun itu hingga rimbunlah ia dan menjelma menjadi pohon-pohon berbunga; semoga akan harum ia selama-lamanya seperti rintik dedaunan gugur seperti cahaya mentari bunga-bunga memanjakan mata semoga hari ini dan berikutnya demikian senantiasa --------- untuk salah satu teman terbaik yang senantiasa membuat saya membangun diri dan mengisi dunia saya dengan senyum dan canda tawa saya beruntung; terima kasih banyak semoga selalu begini adanya, ya :)

Merindu

Langit temaram; tanpa terasa waktu telah berlari pergi sejak lama namun pipit itu masih hinggap di pepohonan menanti induknya yang tak kunjung datang Pipit itu dahulu terbang tertatih-tatih jatuh bangun beberapa kali dan tiap kali jatuh induknya akan memeluknya erat membawanya kembali mengajarinya agar tidak jatuh lagi Tadi ia terbang bebas di udara untuk pertama kali, tidak perlu lagi dituntun induknya maka kicaunya pun nyaring, seakan ingin mengabari induknya bahwa kini ia sudah bisa, dan berharap bahwa itu cukup untuk membanggakannya Tapi ketika ia kembali induknya, yang binar matanya ialah semangat pipit itu alasannya merentangkan sayap setiap waktu, pergi tanpa berkicau apapun atau sekadar menggoreskan kaki-kaki mungilnya di dedaunan ranting kulit pohon; apapun untuk mengabari pipit itu Maka pipit itu pun menunggu menunggu hingga senja menyapa malam berselimut pagi tersenyum dan siang menyala; menunggu selama-lamanya. Pipit itu merindu. ...

sudah terlalu banyak

memang sudah terlalu banyak yang berubah, hingga mungkin jadi terlambat untuk kembali sekalipun ia ditempuh dengan berlari katanya segala sesuatu pastilah ia memiliki maksud dan arti; tapi yang kali ini maksudnya bagaimana? apa ada yang berkenan menjelaskan? mungkin diri sedang diajarkan tentang hidup dan bagaimana semestinya tetap tumbuh menghadapi setiap kejadian atau diri sedang diberitahu akan betapa pilihan itu berarti, sehingga semestinya harus dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya ada yang harus dipertahankan dan nyatanya, dalam melakukannya, memang ada yang harus dikorbankan; dan semua ini cukuplah menjadi pengingat bagi diri di masa yang akan datang.